Niat

Dari Umar bin Al-khattab, aku mendengar Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

“Sesungguhnya setiap amal itu (Tergantung) pada niatnya, dan seorang itu akan mendapatkan sesuai dengan yang dia niatkan”

(HR. Al-Bukhari : 1,6689,6953. Muslim :1907)

Yaa.. sesuai dengan hadist diatas, ketika kita ingin mendapatkan sesuatu semua itu akan kembali kepada  niat awal kita. Orang yang dulunya seorang pendosa apabila ia ingin hijrah, dan niatnya benar ingin mendekatkan diri kepada Allah swt, maka niscaya ia akan mendapatkan hijrahnya disertai dengan keberkahan dari pendekatannya kepada Allah dari niat tulusnya.

Berbeda dibandingkan ketika ada seorang yang niatnya hijrah dikarenakan ingin mendapatkan perempuan yang soleha yang ia idam-idamkan, niscaya ia akan mendapatkan perempuan itu akan tetapi tidak dengan keberkahan dari Allah swt.

Setiap apa yang dikerjakan selama kita hidup bisa mendatangkan pahala ketika kita niatkan untuk melakukan pekerjaan atas dasar ingin mencari ridho Allah swt, berbeda halnya ketika kita ingin bekerja atas dasar niat untuk mencari kenikmatan duniawi saja, ya tentu kita mendapatkan nikmat itu tapi kemungkinan tidak dengan kebahagiaan.

Mengapa? Karena Allah swt telah mencabut nikmat kebahagiaan atas pekerjaan yang ia ambil, mungkin saja ia kaya, Ia terpandang di berbagai sudut kota tapi di dalam batinnya, ia tak merasa kaya.

Kita sebagai seorang muslim sudah sepatutnya menjaga niat kita dalam hidup ini hanya untuk mencari keberkahan dari Allah swt. Sesuai dengan yang selalu kita sebut sebut dalam shalat.

“ Sesungguhnya Shalatku, Ibadahku, hidupku dan matiku, hanyalah untuk Allah Tuhan semesta alam”. (Q.S 6;162)

Itulah sumpah kita, sungguh manusia itu selalu mengucap dan bersumpah atas nama Allah swt akan tetapi apa yang ia ucapkan tidak sepadan dengan apa yang ia perbuat dalam hidupnya.

Contohnya saja, dalam shalat kita selalu berucap janji bahwa “Hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah” akan tetapi kita masih saja tidak mencerminkan hidup kita bergantung kepada Allah, sangat banyak niat-niat kita untuk hidup hanya mencari nikmat duniawi saja, tanpa mau menggantungkan niat kita kepada sang pencipta. ingin mendapatkan penghasilan 10 juta perbulan misalkan, akan tetapi ia mendapatkannya dengan cara melanggar aturan-aturan dari petunjuk-Nya.

Seringkali juga kita berkata “Hanya kepada-Mu aku menyembah dan hanya kepada-Mu aku meminta pertolongan” akan tetapi setiap kali dirundung masalah bukannya meminta petunjuk dan pertolongan kepada Allah swt, melainkan lebih mempercayai nasibnya kepada tukang peramal, Naudzubillah mindzalik.

Tidak semestinya muslim melakukan hal demikian, muslim sudah diberikan petunjuk hidup, termasuk didalamnya cara berniat dengan baik, meluruskan niat hanya untuk bersandar kepadanya, setiap ingin melakukan suatu kebaikan maka niatkan dulu kebaikan itu kepada Allah swt, niscaya bukan hanya pahala yang kita dapatkan melainkan sebuah bonus nikmat kebahagiaan dari Allah swt.

Jika kita seorang pelajar, maka niatkan belajar kita dengan jalan mendapatkan ilmu dan berjihad di jalan Allah swt, bukan dengan niat untuk mendapatkan popularitas dan nilai tinggi akan tetapi tidak membawa ilmu apapun

Jika kita seorang pedagang, maka niatkan apa yang kita jual itu untuk mendapatkan ketenangan rezeki, pahala yang melimpah, kesejahteraan dari Allah swt. Menjajakan dagangan kita dengan barang yang jelas halalnya, berlaku adil dalam menentukan harga, tidak berat sebelah dan tidak melakukan kecurangan.

Semoga kita semua mendapatkan lindungan dari Allah dan tetap meluruskan niat dalam kebaikan.

Wassalam…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top