Konflik = Jati diri manusia

entah,, kalo saya tidak salah ingat. saya mendengar kata kata ini di waktu saya masih SMA, dalams sebuah forum di dalam Mushallah SMAN 2 Labakkang Boarding School, selepas Shalat Maghrib. kepala sekolah saya memberikan sedikit wejangan untuk siswa siswinya. dan yang paling saya ingat dan membekas adalah perkataannya yaitu “Konflik itu jati diri manusia”. entah karena pembahasan apa pada waktu itu tapi pada saat itu karena memang hobi saya sudah sering menulis di catatan atau buku tentang kata kata mutiara yang diucapkan oleh seseorang. maka aku tulislah.

sampai sekarang jika saya sedang mengalami sebuah konflik, entah itu di luar diri ataupun konflik dalam diri sendiri pun, saya pasti mengingat perkataan kepala sekolah saya waktu itu. karena memang, konflik adalah bagian dari diri manusia. tidak mungkin manusia akan terlepas dari konflik. definisi konflik adalah sebuah pertentangan antara yang satu dan yang lain; ketidaksesuaian. dalam keseharian pun dalam diri sendiri kerapkali ada perbuatan yang dilakukan tapi pada awalnya tak sesuai dengan pikiran atau hati pada saat itu.

yang paling sering saya rasakan adalah ketika saya sedang ada kelas kuliah di pagi hari, mungkin pikiran saya berkata “Akhh… pagi hari mungkin sangat nikmat jika menghabiskannya dengan tidur pulas” akan tetapi dalam waktu yang sama hati berkata “Tidak.. saya harus pergi kampus hari ini. saya sudah diamanahkan oleh orang tua saya dan biaya saya untuk di kuliahkan di tempat ini tidak murah, butuh perjuangan untuk mendapatkannya”, maka disitulah terjadi konflik batin, konflik diri. entah hasil keputusannya apa, intinya disitulah kita berhadapan dengan konflik. itu baru contoh kecil. apalah pula hakikat manusia ini adalah bercengkrama, bersosialisasi, berkumpul dengan banyak orang yang memiliki berbagai pikiran yang berbeda. pastilah akan sering terjadi konflik konflik yang lebih besar lagi. maka tugas kita untuk belajar dewasa dalam berpikir, mengambil keputusan akan jalan keluar agar konflik itu membuah hasil untuk mempertinggi kualitas hidup kita. jangan sampai konflik yang membunuh kita.

setiap masalah akan ada jalan keluarnya. teringat suatu pepatah mengatakan. “Apabila pintu satu tertutup, maka pasti akan ada banyak pintu pintu lain yang terbuka” maka tugas kita adalah untuk mencari pintu pintu itu, jangan hanya stagnan di depan pintu tertutup dengan berharap untuk dibuka kan kembali. coba mundur dulu. mundur perlahan dari pintu itu. coba menengok kanan kiri, lihatlah. betapa banyak pintu pintu yang terbuka untuk di hampiri. kita hanya perlu sedikit menggeserkan kaki kita. menggeserkan ego kita bersama.

ego yang selama ini menghambat manusia dalam berkembang, ego yang selama ini menjadi penutup mata untuk melihat lebih jauh sinar sinar penolong. saling membenarkan diri, yang membuat mata buta akan kebenaran yang sesungguhnya.

jika hal itu dihilangkan. ego dihilangkan, dan mengedepankan keluwesan terhadap masalah yang ada, maka mata kebenaran akan terbuka, sinar sinar masuk tanpa penghalang. jika sinar kebenaran sudah terlihat maka kaki akan terasa ringan untuk melangkah keluar dan mendekat kepada pintu penyelesaian.

maka sudah menjadi kewajiban diri ini untuk tetap berpikir jernih, jangan karena ego menjadi penghalan tumbuhnya diri menjadi lebih dewasa. tanamkan dalam jiwa, resapi dalam hati. bahwa Ego itu adalah racun yang dapat membunuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top