“Terserah Anda”

Jalaludin Rumi pernah berkata, “Tuhan telah memasang tangga dihadapan kita, kita harus mendakinya setahap demi setahap.”

Ingin tahu apa istimewanya menjadi manusia? Ya, manusia adalah makhluk yang diberikan kebebasan oleh Tuhan untuk mengatur seluruh alur kehidupannya sendiri. Tuhan telah memberikan kita sebuah bentuk yang dinamakan nasib dan takdir.

Nasib, sesuatu yang bisa kita ubah sesuai dengan ikhtiar kita. Sedangkan takdir, adalah sebuah ketetapan yang sudah menjadi ketentuan-Nya untuk diri kita.

Saya pernah berbincang dengan seorang kawan via telepon. Kebetulan pada hari itu, kita tengah mengadakan proyek webinar bersama. Ia menelpon dan menanyakan progres yang sudah saya lakukan. Saya menjawab bahwa minggu tersebut saya masih keteteran jadwal UAS.

Mendengar hal tersebut, ia menjawab dengan sedikit candaan, “Ah, tenang. Tugas itu pilihan, bukan kewajiban.”

Lantas, saya pun membalas candaannya, “Iya betul, mengerjakan proyek ini juga pilihan”

Hidup di dunia ini hanyalah terdiri dari pilihan dan keputusan. Setiap pilihan dan keputusan akan menghasilkan sebuah konsekuensi. Memilih mengerjakan A, berarti memilih untuk tidak melakukan B, dan menemukan konsekuensi C. Begitu seterusnya.

Ekstrimnya, berbuat baik juga adalah pilihan, memilih beragama A termasuk juga pilihan. Mengerjakan shalat 5 waktu adalah pilihan.

Manusia yang paling baik adalah mereka yang bijak memutuskan pilihan antara pilihan yang lain.

Jika Anda memilih untuk tidak mengerjakan shalat 5 waktu padahal Anda seorang muslim, tidak masalah. Itu pilihan Anda. Namun, setiap pilihan ada konsekuensiya. Anda memilih tidak shalat berarti Anda berisiko untuk mendapatkan dosa. Anda memilih untuk mengerjakan shalat dengan tekun berarti Anda berisiko mendapatkan pahala.

Setiap manusia telah disediakan tangganya masing-masing. Mau memilih untuk naik ke tangga atas atau tetap berada di tangga terbawah, itu pilihan. Yang perlu dicatat adalah, setiap kali kita menaiki tangga yang tinggi, itu artinya kita akan melihat sesuatu yang belum pernah kita lihat saat berada di tingkat bawah.

Jika Anda tetap memilih untuk berada di tangga bawah, itu artinya Anda hanya akan melihat hal yang itu-itu saja. Tidak ada yang baru. Tidak ada yang menarik. Hingga Anda mungkin berkesimpulan bahwa hidup yang diberikan oleh Tuhan itu membosankan.

Terserah dengan hidup Anda. Dalam QS Al Kahfi 29, Allah Swt berfirman. “Sesungguhnya kebenaran itu datang dari Allah, maka siapa yang ingin (beriman) maka hendaklah ia beriman dan siapa yang ingin (kafir) maka biarkan dia kafir.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top