
Pengertian Ekonomi digital
Tak dapat dipungkiri bahwa kemajuan teknologi menawarkan alternative baru dalam model interaksi, baik antar individu maupun masyarakat, termasuk dalam huungannya dengan perekonomian dan perdagangan.
Digital ekonomi bisa dimaknai sebagai aktivitas ekonomi dan bisnis yang berbasis pada teknologi digital, dengan kata lain, digital ekonomi merupakan pelaksanaan kegiatan ekonomi dan bisnis melalui pasar yang berbasis internet dan we (world wide web/www)
Adapun kegiatan meliputi berbagai area yang luas, termasuk diantaranya bisnis hiburan, layanan kesehatan dan pendidikan, serta jasa financial dan perbankan. Kebedaraan digital ekonomi dipercaya mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing produk dan jasa, baik di level mikro maupn makro.
Digital ekonomi yang sudah ada di Indonesia yakni E-Commerce (media belanja online ; Lazada, Shopee, dll.) media online dan ride-hailing
Platform yang kini sudah sering kita jumpai dalam keseharian kita yakni produk yang bisa dikonversi ke format digital, yang paling sering dijumpai yaitu : Buku, film, majalah, pemrograman TV dan radio, permainan elektronik, CD, dan computer.
Konsumen dan perusahaan melakukan transaksi keuangan secara digital, seperti Gopay, OVO, Dana, Link aja dll
Barang fisik seperti peralatan rumah tangga dan mobil yang mengandung chip, yang sering kita jumpai sebagai mahasiswa Telkom University yakni KTM sebagai akses absen dalam proses belajar mengajar
Platform Global Digital Ekonomi
- End Users : individu dan organisasi menggunakan aplikasi-aplikasi dan platforms yang tersedia.
- Higher Level Platforms : membuat aplikasi, produk, dan layanan khusus pada cure dan lower level platforms (ride-hailing, e-commerce, social media platforms).
- Core Platforms : menyediakan platforms dan layanan yang paling banyak digunakan (computing & network)
- Technology Platforms : menyediakan teknologi inti (chip sets, operating systems, dan programming languages).
Tekanan bisnis, respon organisasi dan IT Support
1.Tekanan Bisnis
Lingkungan bisnis adalah kombinasi dari faktor sosial, hukum, ekonomi, fisik, dan politik yang mempengaruhi kegiatan usaha. Perubahan signifikan dalam salah satu faktor yang mungkin membuat tekanan bisnis pada sebuah organisasi. Organisasi biasanya merespon tekanan dengan kegiatan yang didukung oleh TI. Gambar 1 menunjukkan hubungan antara tekanan bisnis, kinerja organisasi dan tanggapan, dan dukungan TI. Difokuskan pada tiga jenis tekanan bisnis yang dihadapi oleh sebuah organisasi: pasar, teknologi, dan tekanan sosial.
A. Tekanan Pasar
Tekanan pasar yang dihasilkan oleh ekonomi global dan persaingan yang kuat , perubahan sifat tenaga kerja , dan pelanggan yang kuat .dapat dilihat masing-masing fakto pada gilirannya nanti.
Ekonomi global dan Persaingan yang Kuat
Langkah ke ekonomi global telah difasilitasi oleh munculnya platform global berbasis Web. Perjanjian regional seperti Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA), yang meliputi Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, dan penciptaan pasar Eropa bersatu dengan mata uang tunggal, euro, telah memberikan kontribusi terhadap meningkatnya perdagangan dunia . Selanjutnya, kebangkitan India dan Cina sebagai kekuatan ekonomi telah meningkat tajam dalam persaingan global.
Salah satu tekanan penting yang ada untuk bisnis pada pasar global adalah biaya tenaga kerja, yang bervariasi secara luas antar negara. Secara umum, biaya tenaga kerja lebih tinggi di negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Jepang daripada di negara-negara yang berkembang seperti China dan El Salvador. Dan juga negara maju biasanya menawarkan keuntungan yang lebih besar, seperti perawatan kesehatan, kepada karyawan, mendorong biaya perlakuan bisnis bahkan lebih tinggi. Oleh karena itu, industri laborintensive banyak memindahkan operasi mereka ke negara-negara dengan biaya tenaga kerja yang rendah. TI telah membuat langkah tersebut jauh lebih mudah diterapkan.
Sifat Tenaga Kerja yang Berubah
Tenaga kerja, terutama di negara-negara maju, menjadi lebih beragam. Peningkatan jumlah perempuan, orang tua tunggal, minoritas, dan para penyandang cacat saat ini bekerja di semua jenis posisi. TI meringankan integrasi dari karyawan menjadi tenaga kerja tradisional. TI juga memungkinkan orang untuk bekerja dari rumah.
Kekuatan Penuh Pelanggan
Kecanggihan konsumen dan harapan yang meningkat sebagai pelanggan menjadi lebih berpengetahuan tentang ketersediaan dan kualitas produk dan jasa. Pelanggan dapat menggunakan internet untuk mencari informasi rinci tentang produk dan jasa, membandingkan harga, dan membeli barang-barang yang di lelang secara elektronik .
Organisasi menyadari pentingnya pelanggan dan telah meningkatkan upaya untuk memperoleh dan mempertahankan pelanggan. Akibatnya, perusahaan mencoba untuk mengetahui sebanyak mungkin tentang pelanggannya untuk lebih mengantisipasi dan melayani kebutuhan pelanggan. Proses keintiman pelanggan ini merupakan bagian penting dari customer relationship management (CRM), upaya organisasi luas terhadap memaksimalkan pengalaman pelanggan.
B. Tekanan Teknologi
Kategori kedua dari tekanan usaha yang terdiri dari tekanan-tekanan yang berkaitan dengan teknologi .yang terkait tekanan teknologi adalah inovasi teknologi dan informasi yang berlebihan.
Inovasi Teknologi dan Usang
Teknologi yang baru dan lebih baik dengan cepat diciptakan atau mendukung pengganti untuk sebuah produk, pilihan alternatif layanan , dan kualitas yang hebat. Akibatnya, state-of-the-art produk saat ini mungkin besok sudah menjadi usang. Misalnya, seberapa cepat mengganti ponsel lama kita dengan standar smart phone yang baru? Seberapa cepat versi elektronik dari buku, majalah, dan surat kabar berganti versi tradisional hard copy? Perubahan ini memerlukan usaha untuk bersaing dengan tuntutan konsumen.
informasi yang berlebihan
Jumlah informasi yang tersedia di Internet berlipat setiap tahun, dan sebagian besar adalah gratis. Internet dan jaringan telekomunikasi lainnya yang membawa banyak informasi kepada manajer. Untuk membuat keputusan secara efektif dan efisien, manajer harus dapat mengakses, menavigasi, dan memanfaatkan data, informasi, dan pengetahuan. Teknologi informasi, seperti mesin pencari dan data mining , memberikan dukungan yang berharga dalam upaya ini.
C. Masyarakat / Politik / Hukum Tekanan
Kategori ketiga tekanan bisnis meliputi tanggung jawab sosial, peraturan pemerintah / deregulasi, pengeluaran untuk program-program sosial, pengeluaran untuk melindungi terhadap terorisme, dan etika. Dalam bagian ini dipertimbangkan bagaimana semua elemen ini mempengaruhi bisnis saat ini.
2. Tanggapan Organisasi
Organisasi menanggapi tekanan yang baru saja dibicarakan dengan menerapkan IT seperti sistem strategis, fokus pelanggan, make-to-order dan kustomisasi massal, dan e-bisnis.
A. Sistem Strategis
Sistem Strategis menyediakan organisasi dengan keuntungan yang memungkinkan untuk meningkatkan pangsa pasar dan atau keuntungan, untuk lebih bernegosiasi dengan pemasok, atau untuk mencegah pesaing memasuki pasar. TI Tentang Bisnis menyediakan dua contoh dari sistem strategis. Dapat dilihat bahwa sistem strategis memerlukan keselarasan erat antara bisnis dan fungsi teknologi informasi.
B. Make-to-order dan Kustomisasi Massal.
Make-to-order adalah strategi memproduksi produk dan jasa. Masalah bisnis adalah bagaimana memproduksi barang-barang disesuaikan secara efisien dan dengan biaya yang cukup rendah. Bagian dari solusinya adalah mengubah proses manufaktur dari produksi massal untuk kustomisasi massal. Dalam produksi massal, perusahaan menghasilkan jumlah besar dari barang-barang yang identik. Dalam kustomisasi massal, juga menghasilkan jumlah item besar , tapi menyesuaikan agar sesuai dengan keinginan masing-masing pelanggan. Kustomisasi massal hanyalah upaya untuk melakukan make-to-order dalam skala besar. Bodymetrics (www.bodymetrics.com) adalah contoh yang sangat baik dari kustomisasi massal dengan dan celana jeans perempuan atau laki-laki.
C. E-Business and E-Commerce
Melakukan bisnis secara elektronik merupakan strategi penting bagi perusahaan bersaing dalam lingkungan bisnis saat ini.
Telah digambarkan tekanan yang mempengaruhi perusahaan dalam lingkungan bisnis saat ini dan tanggapan yang organisasi lakukan untuk mengelola tekanan. Untuk merencanakan tanggapan yang paling efektif, perusahaan merumuskan strategi. Dalam ekonomi digital baru, strategi ini sangat bergantung pada teknologi informasi, khususnya sistem informasi strategis.
12 karakteristik ekonomi baru
Ada 12 penting karakteristik ekonomi digital, diantaranya sbb :
1. Knowledge
Adanya faktor pengetahuan (knowledge) pada perusahaan yang merupakan jenis sumber daya terpenting yang harus dimiliki organisasi.
2. Digitization
Digitazion merupakan suatu proses transformasi informasi dari berbagai bentuk menjadi format digit “0” dan “1” (bilangan berbasis dua).
3. Virtualization
Model yang memungkinkan seseorang untuk memulai bisnisnya dengan perangkat sederhana dan dapat menjangkau seluruh calon pelanggan di dunia.
4. Molecularization
Organisasi yang akan bertahan dalam era ekonomi digital adalah yang berhasil menerapkan bentuk molekul.
5. Internetworking
Upaya mengembangkan konsep kerjasama dengan perusahaan lain. Tidak ada perusahaan yang dapat bekerja sendiri tanpa menjalin kerja sama dengan pihak-pihak lain, demikian salah satu prasyarat untuk dapat berhasil di dunia maya.
6. Disintermediation
Ciri khas lain dari arena ekonomi digital adalah kecenderungan berkurangnya mediator (broker) sebagai perantara terjadinya transaksi antara pemasok dan pelanggan.
7. Convergence
Kunci sukses perusahaan dalam bisnis internet terletak pada tingkat kemampuan dan kualitas perusahaan dalam mengkonvergensikan tiga sektor industri, yaitu: computing, communications, dan content.
8. Innovation
Keunggulan kompetitif (competitive advantage) sangat sulit dipertahankan mengingat apa yang dilakukan seseorang atau perusahaan internet lain sangat mudah untuk ditiru.
9. Prosumption
Di dalam ekonomi digital batasan antara konsumen dan produsen yang selama ini terlihat jelas menjadi kabur.
10. Immadiacy
Di dunia maya, pelanggan dihadapkan pada beragam perusahaan yang menawarkan produk atau jasa yang sama.
11. Globalization
Esensi dari globalisasi adalah runtuhnya batas-batas ruang dan waktu (time and space).
12. Discordance
Ciri khas terakhir dalam ekonomi digital adalah terjadinya fenomena perubahan struktur sosial dan budaya sebagai dampak konsekuensi logis terjadinya perubahan sejumlah paradigma terkait dengan kehidupan sehari-hari.