Kemunculan AI di beberapa tahun terakhir mengguncang dunia search engine. Banyak yang berspekulasi bahwa pekerjaan SEO akan mati dan tidak lagi diperlukan. Apakah benar?
Dari pengalaman penulis, kontroversi narasi bahwa “SEO is Dead” ini akan selalu muncul di setiap ada perkembangan terbaru soal teknologi pencarian.
Nah, sekarang maraknya AI seperti ChatGPT, orang-orang selalu bilang bahwa tren pencarian kini bergeser, orang-orang tidak lagi perlu mencari informasi di Google. Apakah betul? Saya rasa tidak, toh buktinya Anda membaca artikel ini kan?
Ditambah lagi AI Overview sekarang semakin ganas. Semua pencarian yang sifatnya definitif dibabat habis oleh AI Overview.
Lantas, apakah SEO benar-benar akan mati? Ini jawaban penulis.
SEO Tidak Akan Pernah Mati, Tapi Berevolusi
Sudah jelas bahwa SEO tidak akan mati, tapi berevolusi. Dikutip dari Neilpatel dalam tulisannya SEO is Dead dijelaskan bahwa SEO tidak akan mati, namun kita sebagai praktisi SEO harus beradaptasi.
Maksudnya bagaimana? SEO bukan lagi hanya berkutat di Mesin Pencari seperti Google, melainkan kita harus mengoptimasi “brand” kita di segala macam tempat.
Misalnya, jika di tahun sebelumnya kita hanya fokus ke Google, sekarang kita bisa fokus mengoptimasi di berbagai platform, seperti Instagram, TikTok, Linkedin, bahkan di AI itu sendiri.
Kita bisa mengoptimasi semuanya, tidak melulu. berkutat di Google saja.
SEO beradaptasi menjadi GEO
SEO vs GEO, bedanya apa? Kalau SEO kita berbicara tentang bagaimana content kita bisa teroptimasi di search engine (mesin pencari), sedangkan GEO berbicara soal Generative Engine Optimization, artinya kita mengoptimasi secara generative, secara konteks.
Kalau SEO berbicara tentang Keyword, maka GEO berbicara tentang konteks.
Maka, untuk mengoptimasi GEO, maka kita harus bisa konsisten membicarakan brand kita dengan narasi yang sama di berbagai platform dunia maya.
GEO mengambil citasi dari berbagai platform, seperti Instagram, Linkedin, TikTok, dan segala hal yang bisa kita temui.
Maka, penulis pun menyimpulkan bahwa GEO itu sama halnya dengan General Engine Optimization, bukan hanya fokus ke mesin pencari Google, melainkan fokus ke semua platform.
Cara mengoptimasi GEO adalah kita harus eksis dan selalu muncul dengan narasi yang sama, konsisten, di berbagai platform. Sehingga citasi kita konsisten dan mesin pencari AI bisa mengenali brand kita.
Baca: Awas Salah Kaprah! Bedanya SEO dan CEO itu Beda Banget
Bagaimana Praktisi SEO Bisa Beradaptasi dengan GEO?
Lantas muncul pertanyaan, bagaimana kita sebagai praktisi SEO bisa beradaptasi dengan GEO dan segala tetek bengeknya?
Jawabannya adalah fokus ke user. Penulis sendiri sangat percaya bahwa seorang praktisi SEO harus memiliki niat berbagi.
Berbagi dalam artian, kita sebagai SEO fokusnya bukan tentang kompetisi bagaimana agar website kita atau konten kita bisa bersaing dan nangkring di halaman 1 Google.
Melainkan, kita harus fokus pada value apa yang bisa kita berikan ke user melalui konten kita.
Tidak lagi berbicara penumpukan kata kunci atau keyword stuffing, jika mindset seorang SEO sudah benar, yaitu memberikan value melalui konten, maka tidak akan ada lagi niat untuk mengakali Google atau sistem manapun.
Jadi, sebagai praktisi SEO agar relevan dengan GEO, maka harus:
- Fokus pada memberikan value ke pembaca
- Selalu perhatikan niat pencari (search intent) dan berikan jawaban sesuai dengan niat pembaca
- Jangan menutup mata hanya pada mesin pencari Google, selalu optimasi jawaban atas pencarian user di berbagai platform
- Selalu update terkait algoritma, dan pahami behaviour user.
- Fokus optimasi bukan soal masalah teknikal, tapi juga menitikberatkan pada kesederhanaan dan memberikan jawaban atas permasalahan yang diangkat.
Baca: Cara Menjadi SEO Writer untuk Pemula Tanpa Pengalaman
Apakah SEO akan mati atau Berevolusi?
SEO tidak akan pernah mati, SEO hanya akan berevolusi dan mungkin berganti nama dari waktu ke waktu. Manusia butuh yang namanya informasi, dan selama dunia maya masih eksis, maka tugas SEO tidak akan pernah berhenti untuk memberikan informasi atas pencarian user di dunia maya.
Tugas seorang SEO adalah mengoptimasi, bukan mengakali sistem. Maka, selalu menitikberatkan pada “bagaimana memberikan informasi yang terbaik dan paling menjawab kebutuhan user”.
Seorang praktisi Search Engine yang sukses adalah mereka yang paling dekat dan paham kondisi audiens. SEO tidak akan mati, SEO hanya berevolusi.


