Banyak yang mengatakan bahwa Risiko itu harus kita ambil selagi masih muda. Apalagi, jika kita belum ada tanggungan, masih single. Ambil risiko sebanyak-banyaknya. Kalau perlu All In!
Saya sendiri, adalah salah satu orang yang menelan mentah-mentah motivasi tersebut. Saya meresikokan hampir segalanya yang saya punya, beberapa bulan yang lalu. Dengan niat “High Risk, High Return”.
Tidak ada yang salah dengan kalimat motivasi itu. Memang cara dunia ini bekerja adalah, High Risk, High Return, Low High, Low Return. Memang benar adanya.
Namun, yang salah adalah, ketika kita mengimplementasikan High Risk High Return itu, namun lupa melakukan management risiko.
Nah, ini yang selalu diskip oleh orang-orang. Manajemen Risiko.
Bahwa ternyata, ketika kita mengambil langkah high risk high return, akan selalu ada potensi loss di samping win. Bahwa ternyata, banyak orang yang melupakan probabilitas loss itu. Bahwa ternyata, banyak yang melupakan bahwa tak selamanya kita mengambil risk itu pasti hasil akhirnya return.
Dalam bisnis misalnya, ketika kita mengambil risiko dengan mengambil semua uang kita untuk membuat bisnis, belum tentu bisnis tersebut akan sukses. Bisa jadi bisnis itu akan gagal. See? Loss.
Dalam berdagang misalnya, ketika kita mengambil risiko dengan mengambil semua uang kita untuk membeli satu merek dagang untuk 1 hari saja, belum tentu dagangan itu akan laku dalam satu hari. Ujung-ujungnya? Rugi.
Probability.
Itu hal yang sangat saya pelajari. Bahwa tidak semua hal yang kita harapkan akan terjadi, meskipun kita berada di langkah yang benar. Akan selalu ada kemungkinan terburuk untuk terjadi, akan selalu ada probabilitas yang lain. Maka karena akan selalu ada kemungkinan yang lain dari apa yang kita rencanakan, maka di situlah fungsinya manajemen risiko.
Misalnya, dalam berdagang. Kita tidak mesti merisikokan semua uang kita hanya dalam satu perdagangan. Sebab, jika satu perdagangan itu gagal, maka modal kita akan langsung habis.
Maka, kita harus membatasinya, mengatur risikonya.
Misanya, oke, saya memiliki modal 100 juta, saya akan mengatur risiko saya dengan merisikokan uang 10 juta untuk 1 kali perdagangan. jika 1 perdagangan ini gagal, saya masih bisa melakukan uji coba sebanyak 9 kali lagi.
Dan, tidak mungkin, dari 10 kali percobaan, semuanya gagal. Maka penting juga untuk selalu belajar dari kegagalan, agar kegagalan kegagalan yang sama tidak berulang di esok hari.
Ingat, untuk selalu melakukan manajemen risiko untuk apapun yang Anda kerjakan.
Misalnya, Anda ingin memulai bisnis, lalu Anda meresikokan pekerjaan utama Anda, Anda resign misalnya, dengan tidak adanya backup uang dana darurat.
Mungkin benar, Anda mengambil risiko, tapi Anda lupa untuk memanage risiko tersebut. Anda lupa bahwa akan ada kemungkinan bahwa bisnis itu akan gagal. JIka tidak punya dana darurat? Mau makan pake apa jika kemungkinan buruk itu terjadi?
Ah, saya jadi teringat sebuah prinsip yang dipaparkan oleh filsuf stoic. bahwa akan selalu ada kemungkinan terburuk, maka cobalah untuk memikirkan hal terburuk tersebut terlebih dahulu, agar Anda selalu siap ketika kemungkinan buruk itu terjadi.
High risk high return, probability, manajemen risiko. Itulah kuncinya. Dan terakhir, jangan gampang menyerah, dan selalu belajar dari kegagalan. Karena, pengalaman adalah guru terbaikmu.