Idul Fitri 1443 H: Tolong Saling Memahami

Selamat lebaran! Alhamdulillah, kita sudah melewati bulan ramadhan, bulan yang penuh berkah serta pengampunan. Kini, kita sudah dihadapkan dengan hari kemenangan. Sekali lagi, Selamat Idul Fitri 2022 a.k.a 1443H. Minal Aidin Wal Faidzin.

Ada sebuah fenomena menarik yang ingin saya bahas di sini. Persoalan ketakutan menjelang lebaran dari pertanyaan-pertanyaan keluarga besar.

Apa pertanyaan menakutkan itu? Ia yang diawali dengan kata “Kapan” dan “Kok Kamu”.

Contohnya, “Kapan lulus?” “Kapan Nikah?” “Kapan punya anak?” “Kapan kerja?” dan kapan lainnya.

“Kok kamu gendutan?” “Kok kamu kurusan?” “Kok pengangguran?” “Kok mau kerja gaji kecil” dan banyak kata “kok” lainnya.

Hmm, saya cuma mau bilang, tolong, sabar. Mereka yang berkata demikian mungkin menyakiti perasaanmu. Tapi, percayalah, ada secercah rasa khawatir melihatmu, dan, ada secercah harapan untuk kamu menjadi yang terbaik.

Mungkin, apa yang terbaik bagi mereka, belum tentu sesuai dengan keinginanmu. Tapi, bukan kah keinginan kita juga belum tentu baik menurut Tuhan?

Dan, saya juga tak menampik, bahwa ada segelintir mereka yang mungkin akan membandingkanmu dengan yang lain.

“Lihat tuh anakku, baru lulus sudah dapat kerja” “Lihat tuh anak ku, sudah bisa mandiri”, dan masih banyak perbandingan lainnya yang tidak mengenakkanmu.

Tenang saja, mungkin kini hatimu terluka, tapi jangan sampai menyurutkan langkahmu.

Justru, jadikan itu sebagai pedal untuk membuktikan bahwa kamu bisa melebihi harapan mereka. Meskipun sebenarnya tidak ada kewajiban untuk kamu memenuhi harapan mereka.

Tapi, paling tidak, besok, tahun depan, atau mungkin kapan hari. Kamu bisa menjadi versi terbaik bagi dirimu, dan membungkam mereka.

Kamu harus percaya, Tuhan ada rencana yang indah untukmu. Dekatkan saja diri kepada-Nya, terus, dan terus.

Biarkan dulu mereka mengoceh tentang dirimu. Dia memang tidak memahami seberapa banyak prosesmu, seberapa banyak perjuanganmu, seberapa banyak keringatmu, seberapa banyak air matamu.

Kamu, yang paling paham tentang dirimu, jadi jangan biarkan mereka membuatmu rendah, buatlah dirimu menjadi berharga dengan rasa percaya diri yang tinggi.

Jawab pertanyaan mereka dengan lantang dan penuh isi. Jelaskan saja seperlunya, sepentingnya.

Dan, mari kita saling memahami, mencari letak kebaikan dari orang sekitar kita. Mari berbaik sangka.

Pahami lah bahwa mereka yang bertanya demikian mungkin saja ingin melihatmu sukses. Ya, kamu pasti akan sukses.

Mari saling memahami. Tolong, di hari kemenangan ini, mari kita saling memahami, memaafkan, jangan sampai ada noda di hari yang penuh suci hanya karena perkataan yang tidak mengenakkan.

Selamat lebaran! Sukses buat kita semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top